Psikologi Populer Sukma

Kenali Apa itu Depresi dan Bagaimana Gejalanya

Juli 21, 2020

Kenali Apa itu Depresi dan Bagaimana Gejalanya

Apa itu depresi, tingkatan gejala, bagaimana cara mengatasinya 

Apa itu depresi?

Depresi adalah sebuah gangguan mental kronis yang dapat memengaruhi pikiran, perasaan, perilaku dan kondisi fisik individu, serta menyebabkan individu tidak mampu menikmati hidup dan mengalami penurunan kapasitas untuk melakukan tugas sehari-hari (Fekadu, Shibeshi & Engidawork, 2017).

Siapa yang bisa depresi?

Menurut WHO (PDF), depresi merupakan gangguan yang umum terjadi dan bisa dialami oleh individu dari berbagai macam latar belakang agama, budaya dan sosioekonomi. Dibandingkan pada laki-laki, depresi lebih sering terjadi pada perempuan (World Health Organization, 2017).

Bagaimana gejalanya?

Gejala utama dari depresi adalah suasana hati yang cenderung sedih dan tertekan yang lebih dari seharusnya oleh penyebab apapun, serta kehilangan ketertarikan atau kesenangan pada hal-hal yang sebelumnya sangat disenangi (American Psychiatric Association, 2013).

  1. Peningkatan ataupun penurunan nafsu makan, tidur, dan aktivitas yang dikerjakan sehari-hari.
  2. Pikiran yang dipenuhi dengan tema-tema tidak berharga, rasa bersalah, keputusasaan, dan bahkan bunuh diri.
  3. Sering mengalami kesulitan berkonsentrasi, mengingat dan membuat keputusan.
  4. Perilaku dan gerak yang cenderung melambat.
  5. Kekurangan energi dan merasa lelah terus menerus.
  6. Perasaan gelisah secara fisik, tidak bisa duduk diam, serta mungkin bergerak atau pergi tanpa tujuan.
  7. Mudah merasa marah.

Mengutip dari National Institute of Mental Health, tidak semua orang yang depresi menunjukkan simtom. Jenis, tingkat keparahan, frekuensi, serta lama waktu kemunculan simtom sangat berbeda-beda tiap orang tergantung pada karakteristik individu dan gangguan yang dialami.

Tingkatan Depresi

Depresi dapat terjadi dalam beberapa tingkat keparahan, dimulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa (Darton, 2012).

Depresi ringan terkadang dapat selesai deng an sendiriny a seiring deng an waktu, deng an dibantu oleh penyesuaian kehidupan sehar i-hari dan dengan menc ari dukung an dari orang lain. Kendati demikian, depres i yang lebih berat dapat menyebabkan gangguan signifikan yang tidak dapat di selesaikan tanpa bantuan pihak luar . Beberapa individu yang mengalami depr esi membutuhkan trea tment dan bantuan profesional agar bisa meras a lebih baik.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

Sebagai tambahan dari bantuan pihak profesional, terdapat beberapa hal yang bisa kitalakukan untuk dirimu sendiri (Borrill, 2000; Darton, 2012; NIMH, 2015) :

  1. Mencari dukungan sosial dari orang-orang terdekat.
  2. Memperbanyak aktivitas fisik dengan berolahraga, dimulai dengan hal kecil seperti berjalan kaki selama sepuluh menit.
  3. Makan makanan bergizi, serta menghindari konsumsi obat-obatan dan minum-minuman beralkohol.
  4. Mendorong diri untuk melakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan.
  5. Melakukan hal-hal kecil yang membuatmu merasa berharga dan menilai diri dengan cara yang lebih baik, misalnya dengan membantu orang lain.

“Membutuhkan bantuan orang lain, bukan berarti kamu lemah. Kadang-kadang, pikiran negatif depresi dapat membuatmu merasa seperti sudah tidak memiliki harapan apapun lagi. Meskipun begitu, depresi dapat ditangani dan kamu bisa merasa lebih baik.”

Baca juga : Begini langkah relaksasi dzikir

Referensi:

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic And Statistical Manual of Mental Disorder Edition “DSM-5”. Washington, DC : American Psychiatric Publishing.

Borrill, J. (2002). All About Depression. London : The Mental Health Foundation.

Darton, K. (2012). UnderstandingDepression. London : Mind.

Fekadu, N., Shibeshi, W., Engidawork, E. (2017). Major Depressive Disorder : Pathophysiology and Clinical Management. Journal of Depression and Anxiety, 6 (1).

Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!