Imajinasi Puisi

Mesra Laut dan Bumi Tuhan

Oktober 13, 2018

author:

Mesra Laut dan Bumi Tuhan


Karya: Achmad Fauzi (Ig : @achmadfauzi17)

 

Mari sejenak kita merunduk.

Untuk hilangnya rasa angkuh.

Untuk hilangnya rasa besar.

Yang ternyata hanya jadi bahan tertawaan.

 

Kemarin pertemuan laut dengan istrinya sungguh mengesankan.

Menyiarkan aroma kecut, menceraikan ruang mesra keluarga, menjawab bisik angkuh.

“Aku akan hidup selamanya!”

Biarkan semuanya terjadi.

Kesedihan sudah manusiawi.

Jika mengerti, maka tertata hati dan segala kisi diri.

 

Tuhan tidak pernah iseng.

Tuhan bukan anak kecil dengan lubang semut.

Sesuka hati menyirami tanpa Iradah penuh hikmah.

 

Tentu aku tidak berkata tuhan bersalah.

Tapi apakah pantas kursi meminta kepada tuan kayu.

Bagaimana dia selayaknya diperlakukan?

 

Maka jangan cepat kepalamu terangkat lagi.

Teruslah merunduk.

Merunduklah sampai mati.

Atau mari bercongkak ria.

Dan menunggu pertemuan laut dan istrinya.

Selanjutnya.


Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!
Baca Juga :   PUISI SANTRI ANNUQAYAH (AANG MZ) : 40 PUISI