Ekspose Mengulas

Mengulas Warna Kuning, Simbol dan Ingatan

Maret 4, 2021

author:

Mengulas Warna Kuning, Simbol dan Ingatan


Sukma.co – Warna adalah simbol. Bisa merupakan simbol keagamaan, simbol budaya, bahkan simbol identitas lainnya. Menurut orang jawa, warna hijau adalah simbol keagamaan Islam. Lain sisi, warna merah kaitannya dengan agama Konghucu. Warna menjadi sebuah ingatan tersendiri bagi setiap orang atau masyarakat, tergantung apa yang melekat padanya. Semakin warna itu dalam, semakin kuat simbolnya, ingatannya semakin kuat. Siapa sangka dalam pemberian warna ada arti tersendiri untuk sebuah simbol dan sebuah ingatan. Sedangkan, ada hal yang menarik dari warna kuning. Dari semua warna, warna kuning memiliki kajian yang unik dan memiliki kekuatan sensasi yang luar biasa dalam kaitannya dengan simbol dan ingatan.

baca juga : Kapan Seharusnya Karir Itu Dirintis?

Secara psikologi, warna kuning adalah simbol warna matahari, yang ceria, optimistis, menyenangkan, membawa kebahagiaan. Selain itu juga dapat diasosiakan sebagai simbol hati-hati seperti yang digunakan oleh jaket keselamatan, lampu lalu lintas, area berbahaya. Walaupun lain sisi menimbulkan kesan ‘murah’ untuk produk yang akan dijual, menurut artikel di canva

Kendaraan bermotor rata-rata menggunakan warna kuning untuk lampu utamanya, walaupun sebagian ada yang berwarna putih. Akan tetapi, ketika sesama pengendara berpapasan, jelas yang melihat sorotan lampu warna kuning lebih sejuk daripada yang melihat lampu sorotan warna putih yang menimbulkan sensasi silau. Padahal silau dapat membahayakan pengemudi lainnya. Bahkan saat cuaca berkabut pun, lampu warna kuning memiliki daya terang lebih kuat daripada putih. Sejatinya warna putih dan hitam bukanlah warna.

Pada reseptor warna pada organ mata, sel kerucutlah yang bertugas untuk menangkap warna. Sedangkan sel batang hanya bertugas gelap terang. Dan sel kerucut ada tiga, pada kasus buta warna, berarti salah satunya, atau lebihnya ada yang tidak berfungsi dengan baik. wikipedia

Baca Juga :   Puisi Santri, Raa Claudia (3) : Menjadi Guru

baca juga : Inspirasi, Menariknya Sekolah Gratis Selamat Pagi Indonesia di Batu

Penulis juga sempat mengamati lampu warna kuning di perwarkopan kota Malang semasa kuliah di sana tahun sekitar tahun 2016-2017. Warkop “Albar Cafe” salah satu contohnya, dulu ketika warkop ini menggunakan warna putih, pelanggan tidak terlalu banyak, padahal luas dan tempatnya nyaman untuk remaja kala itu. Suatu ketika pemilik café ini mengganti lampunya dengan yang warna kuning. Entah daya magis apa yang membuat pelanggan membludak. Padahal konsep dan menunya sama saja. Terkadang suasana memang membangun dalam diri seseorang. Apalagi warna, yang memengaruhi penglihatan menjadi sensasional. Terkadang kita menolah suatu barang karena warnanya tidak cocok. Ingatan dari sensasi mungkin memiliki pengalaman buruk.


Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!