Mengulas

Liputan Kampus: KKN Posko 16 Pilih Memanusiakan Sampah daripada Menyampahkan Manusia

Agustus 22, 2021

author:

Liputan Kampus: KKN Posko 16 Pilih Memanusiakan Sampah daripada Menyampahkan Manusia


Sukma.co – Kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Jambi yang terdiri dari 46 Universitas dan meliputi 390 delegasi, mengabarkan telah melakukan pengabdian masyarakat. Salah satu kelompok KKN tersebut adalah posko 16. KKN Posko 16 merupakan kelompok KKN yang berfokus pada masalah sampah. Bukan tanpa alasan, KKN Posko 16 mengangkat permasalahan sampah dilatarbelakangi dari adanya data bahwa Indonesia dikenal sebagai penghasil sampah nomor dua di dunia. Hal ini tentunya bukan prestasi yang membanggakan. Perlu adanya program atau tindakan nyata untuk menanggulangi permasalahan ini.

Memanusiakan Sampah Daripada Menyampahkan Manusia

KKN Posko 16 cukup risih dengan ‘keberhasilan’ Indonesia dalam produksi sampah. Bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Citra Darminto dan Bapak Akhmad Fikri Rosyadi, anggota KKN Posko 16 menyusun program kerja yang berkaitan dengan penanggulangan permasalahan sampah. Anggota dari KKN Posko 16 terdiri dari 13 mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan bervariasi, diataranya: 1) Andreadi Ramadan (Ilmu Hukum, Universitas Jambi); 2) Fani Dwi Nuriyanto (Seni Pedalangan, ISI Surakarta); 3) Aisah (Studi Agama-agama, UIN Sultan Syarif Kasim Riau); 4) Natalia Kainama (PGSD Universitas Pattimura); 5) Suliyani (Agribisnis, Universitas Jambi); 6) Ince Reski Meiriani (Akuntansi, Universitas Negeri Makasa); 7) Dicky Roy Gabe (Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Universitas Jambi); 8) Nadif Syafwat (Agribisnis, Universitas Andalas); 9) Fiqhy Al-Fath (Sains, Atmosfer dan Keplanetan, Institut Teknologi Sumatera); 10) Muhammad Syahgozy Boyke (Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung);  11) Anjeli (Ekonomi Pembangunan,  Universitas Jambi); 12) Abdul Latief Al-Ghifari (Universitas Sebelas Maret); dan 13) Geita Yulyan (Kimia, Universitas Negeri Padang). KKN Posko 16 berlokasi di Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Semangat: Kegiatan mahasiswa KKN Posko 16 dalam Mengelola Sampah Kompos

Mengusung jargon “memanusiakan sampah daripada menyampahkan manusia”, KKN Posko 16 berupaya memfokuskan pikiran dan tenaganya untuk ‘memanusiakan sampah’ sehingga dapat mengurangi permasalahan sampah dan menjadi produk yang bermanfaat bagi manusia. KKN Posko 16 beranggapan bahwa selama ini sebagian besar dari masyarakat sibuk ‘menyampahkan manusia’ seperti mengkritik pihak-pihak tertentu hingga membuatnya terlihat seperti ‘sampah’ dan lain sebagainya. Sebaliknya, KKN Posko 16 ingin mengubah ‘menyampahkan manusia’ berubah menjadi ‘memanusiakan sampah’ dengan berbagai program pengelolaan sampah hingga mengurangi persoalan sampah hingga sampah menjadi hal yang bermanfaat bagi manusia.

Baca Juga :   International Women's Day 2020: Sadari Peran Perempuan

Program Kuliah Kerja Nyata Posko 16:

Program yang diusung KKN Posko 16 diantaranya: 1) gerakan 1001 polybag kemasan minyak sayur; 2) pemanfaatan pot vertikulturan di pekarangan rumah; 3) pembuatan dan pemberdayaan eco enzym; dan 4) pengelolaan limbah kulit pinang menjadi kompos.

Gerakan 1001 Polybag Kemasan Minyak Sayur

Gerakan 1001 polybag kemasan minyak sayur merupakan inovasi pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi tempat bercocok tanam dengan memanfaatkan media kemasan bekas minyak goreng dari sampai ibu rumah tangga. Ide ini diinisiasi oleh peserta KKN Posko 16 yang berasal dari mahasiswa Angibisnis, Universitas Andalas Nadif Syafwat. Setiap sore, KKN Posko 16 mendatangi rumah warga untuk mengumpulkan sampah bekas kemasan minyak goreng yang kemudian disulap menjadi polubag untuk media menanam sayur.

Pemanfaatan Pot Vertikulturan

Program kedua yaitu pemanfaatan pot veltikulturan diiniasi oleh salah satu anggota Posko KKN 16, Abdul Latif yang merupakan mahasiswa Angribisnis Universitas Sebelas Maret. Media pot vertikultural sengaja dipilih sebagai media bercocok tanam untuk perkarangan rumah warga Rantau Indah yang cenderung sempit.

Pembuatan Dan Pemberdayaan Eco Enzym

Program ketiga yaitu pembuatan dan pemberdayaan eco enzym diiniasi oleh Aisah, mahasiswa Studi Agama-agama UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Eco Enzym sengaja dipilih Aisah karena pengolahan yang sederhana dengan bahan-bahan terjangkau. Eco enzym adalah produk fermentasi dari gabungan sampah dapur seperti kulit buah dan kulit sayur dengan gula alami serta air yang di fermentasi selama tiga bulan. Sampah dapur yang ‘dimanusiakan’ menjadi eco enzym berguna untuk berbagai jenis masalah seperti kutu pada hewan, hand sanitizer, pembersih lantai, pupuk tanaman, pengusir serangga dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Runtuhnya Maslow

Pengelolaan Limbah Kulit Pinang Menjadi Kompos

Program keempat yaitu pengolahan limbah kulit pinang menjadi kompos. Ide ini digagas oleh Suliyani, mahasiswa Angrinisnis Universitas Jambi. KKN Posko 16 memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk pinang pada warga kelurahan Rantau Indah. Antusiasme warga Rantau Indah ini tampak dari kehadiran warga dan perangkat desa dalam setiap kegiatan yang diadakan. KKN Posko 16 berharap program yang telah dilakukan dapat memberikan sumbangsih dalam penanganan masalah sampah di Indonesia, khususnya di kelurahan Rantau Indah.

Penulis: Aisah (Mahasiswa, Studi agama-agama UIN Sultan Syarif Kasim Riau)

Editor: Setyani Alvinuha


Silahkan login di facebook dan berikan komentar Anda!